Criticism, yeah it’s everyone’s right.

Hwaw. Been a long time since i last posted. Sebenernya banyak yg mo ditulis, tp berhubung ga punya byk waktu, dan skarang kbetulan ada.. so this is the lucky topic: Twilight-the movie.

twilight-movie-poster

Gw semakin pengen ngebahas film ini, karena trnyata banyak banget yg pro-kontra.

Prtama tentang filmnya sendiri. Berhubung gw belom baca novelnya, so i wasn’t expecting anything. Gw cuma denger katanya filmnya bagus dan romantis, dan yg mengagetkan, pas gw lg ngomongin sama sepupu gw, nenek gw tiba2 nimbrung “iya nonton gih, bagus bukunya..”, what?? masa nenek gw baca novelnya? kalah deh gw. Jadi, menurut gw… it’s fine. I wouldn’t say it’s great cause it isn’t, but not that bad cause i did enjoy the movie. Ceritanya memang agak standar and much drama, but hey that’s my fav movie genre: high school drama :P. Keseluruhan filmnya bersuasana mendung… [kebayang deh gw kaga bakal betah tinggal di setting tempatnya, Forks, WA]. Trus, sangat kurang action.

Kedua, tentang pemainnya. Yang terdengar akhir2 ini kalo orang2 ngomongin Twilight pasti : “Lu harus nontooonn. Yang maen ganteng BANGET.” [to be honest, that’s my own quote, haha] Tapi seriusan, rata2 yg gw denger ngomong gitu juga. Dan memang, from my own perspective, Robert Pattinson seems ‘too much’ at first, but as you see him thoroughly, you’d melt. Your knee would felt weak. Your breath would suddenly be slow and weak, for no apparent reason. Haha, ok it sounds ridiculous, but ssstt, that’s what i felt. 😛 Kalo cewenya, si Kristen Stewart, gw sih suka. Natural beauty mnurut gw. Biasa banget dia di film itu, tapi ayu banget kalo kata gw, hehe. Dan sebelnya, they’re matched together. Chemistrynya dapet. Huh, sebel, bikin sirik aja… hehe.  Tentang pemaen yg laennya, gw cuma agak keganggu ama yg jadi emaknya tu vampir2, si Esme Cullen. Yang maen kan si Elizabeth Reaser [pacarnya Alex Karev di Grey’s Anatomy], nah gw emang dah ga suka ama dia dari Grey’s, jadi.. ya ganggu aja. Sama satu lg, yg vampir item.. bukannya rasis, tapi lucu aja ada vampir item. Biasanya kan putih2 pucet gtu, haha.

Third, about the comments. Gw kan buka Fan Page nya Edward Cullen di Facebook, ada satu cowo bule yg membabi buta ngina2 Twilight, Edward, Bella, smpe si penulisnya si Stephanie Meyers kena juga. Kasian amat. And reading his posts, it’s obvious… it’s plain jealousy. Sampe katanya dia lg mengorganize suatu pergerakan buat ngerusak premierenya film New Moon [the sequel] akhir 2009 ntar. FREAK. Dasar ABG ga penting. Emosi gw bacanya. Trus trnyata eh trnyata, tadi baca Notes nya ade kelas gw di Facebook jg, isinya intinya ttg anti Twilight jg. Hmm, is it that bad?

Comment #1: bwakaka
setuju jaang..mending g nonton sinetron indosiar
kehebohan memang bisa meningkatkan rating film walaupun sbnrnya film itu ga bgtu bagus..
mungkin lebih baik dalam bentuk novel aja ya.
klo menurut g adegan terbang di pohon itu ngikutin adegan dalam sinteron angling dharma..

Comment #2: hahahha.
gw sebagai yg “terbius” sm cerita di film ini (krn gw ga baca) , klo kata gw ni film emang biasa aja,secara film ya. mulai dr adegan yg terbang2 a-la-angling-dharma (quoted from choi ), sampe make-up yang, well, really really fake dan bikin gw kesel sendiri. ni film emg SO BAD,, but IT”S ALMOST GOOD.

it’s almost good, bikin gw duduk diem (considering those absurd scene). hahaha.
entah ya , si pengarangnya hebat (pengarang bukunya), bisa menghidupkan fantasi2 cwe . yah emg itu kan yg berusaha dihidupkan di fiction ?
fantasy fantasy and fantasy .
klo kata orang sunda mah ni film (dan buku) emg ngabobodo . krn emg ga akan ada cwo ky gtu . ahahha . tapi , kata gw , it’s ok to fantasize. 😀
mungkin , klo banyak yang ga suka karena ceritanya cheesy dan girlie ato sugary banget ,mungkin emg ceritanya bukan ditargetkan bwt anda. hehehe.
this kind of story really aim for those girls,teenagers, who still believe in cotton candy, rainbows and unicorns . :p
(dan mungkin gw masih masuk kategori ini ? ato emg gw pengen stay longer disini? ato emg gw hanya ingin berfantasi sejenak ?)

satu yang bisa gw bilang kenapa ni film amost good adalah chemistry edward sm bella . hohohoh. entah lah .. well played character-nya? (gw ga baca bukunya jg sih, jd ga bisa bilang apa emg sesuai sm yg di buku ..hehe)
dan gw pensaran pengen baca bukunya .
klo kata gw ceritanya bagus ko.. jadi gw pensaran pengen baca bukunya , dimana gw bisa berfantasi sendiri dan ga akan masukin adegan angling darma.
😀
-am i making a note  a note ? haha
well,,
kesimpulan : filmnya emg ga bagus, tapi cerita dan kemampuan membius target penontonnya perlu diakui

Mostly they said, filmnya kaya sinetron2 indosiar yg kampungan ga nahan itu dan adegan terbangnya kayak film2 epic lokal. Well, i like the 2nd comment, fair enough.

At the end, u can easily guess which side i’m standing on. With :

  • Spending almost 3 hours browsing about Twilight, and mostly Rob, after seeing the movie [when i have to wake up the next 2 hours to go to the hospital in the morning]
  • Downloading Debussy-Claire de Lune [played in the movie]
  • Wasting lots of my time daydreaming about Rob [as already predicted by a friend, haha]

rob1

… I’m surely one of the Pros!! 🙂